Minggu, 20 Februari 2011

Duhai Hati... Tetaplah istiqamah...

Ahad, 20 Februari 2011


dakwatuna.com
Seorang anak kecil datang menghampiri ibunya. Ia merengek minta dibelikan sepatu baru. Di sekolah ia diejek karena sepatunya sudah usang dan banyak tambalan. Dengan berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau membelikan sepatu baru.


Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat ini keluar dari mulut ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus mengalah dengan adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka nanti. Uangnya ibu tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk membelikan kamu sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa? Apa kamu mau adik-adikmu tidak bersekolah?”

Anak kecil tadi tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja yang sudah bisa berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan kepalanya sambil mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak matanya. Lalu ia berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah. Terus kalau ada sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan kalimat itu dengan terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu tapi ia dipaksa oleh kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi kehidupannya. Mendengar itu sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia tidak menyangka anaknya dapat memahami apa yang terjadi hari ini dengan keluarga mereka. Ia heran anaknya sudah mampu berkata bijak seperti tadi ia dengar.

***

Duhai hati..

Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??

Duhai hati..
Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau diamnya mereka tak dapat membuahkan hasil apapun bagi kehidupannya. Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan, akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??

Duhai hati..
Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau lengah..

Duhai hati..
Capeknya dirimu menghadapi segala permasalahan yang engkau temui di sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam tiap doanya meski kau tak pernah tahu.

Duhai hati..
Seorang ustadz pernah menyampaikan, jika tak senang dengan sepatumu yang lusuh, ingatlah mereka yang tak berkaki namun tak mengeluh. Semoga kita selalu dapat mengingatnya duhai hati.. Seberapa letih, lelah, dan sakitnya engkau.. Masih ada orang-orang yang merasakan itu lebih dari kita tetapi mereka tetap tak mengeluh.. Ada saja cara mereka untuk menyemangati diri.. Ada saja sugesti untuk membuat diri mereka semangat.. Ada saja pemikiran positif yang mereka punya hingga mereka tetap bersemangat.. Ada saja cita-cita yang ingin mereka gapai hingga semangat itu tetap terpatri di dada mereka..

Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..
Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..
Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..
Karena kau adalah mutiara di lautan..
Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..

Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..

Jumat, 04 Februari 2011

Siroh Nabawiyah: Tahapan Kedua- DAKWAH SECARA TERANG-TERANGAN


Pertama-tama Menampakkan Dakwah
Wahyu pertama berkenaan dengan masalah ini QS.Asy-Syu’ara’ (26): 214. Di dalamnya terkandung kisah Nabi Musa AS:
·         Permulaan nubuwah hingga hijrah bersama Bani Israel
·         Selamat dari Fir’aun dan kaumnyaà tenggelamnya Fir’aun & para pengikutnya
·         Tahapan-tahapan yang dilalui Musa selama menyeru Fir’aun
Hal tersebut perlu disampaikan agar memperoleh sedikit gambaran yang bakal dihadapi, yaitu berupa pendustaan & tekanan selagi mereka sudah menampakkan dakwah. Contoh: kaum Nuh, Ad, Tsamud, Ibrahim, Luth & Ashhabul-Aikah.
Menyeru Kerabat-kerabat Dekat
Langkah pertama Rasul adalah mengundang Bani Hasyim (mereka memenuhi undangan ini, yaitu beberapa Bani Muthalib bin Abdi Manaf- 45 org)
Abu Lahab: Mereka yang hadir disini adalah paman2mu sendiri & anak2nya. Maka bicaralah jika ingin berbicara & tidak perlu bersikap kekanak-kanakan. Ketahuilah bahwa tidak ada orang Arab yang berani mengernyitkan dahi terhadap kaummu. Dengan begitu aku berhak menghukummu. Biarkanlah urusan Bani bapakmu. Jika engkau tetap bertahan pada urusanmu ini, maka itu lebih mudah bagi mereka daripada seluruh kabilah Quraisy menerkammu & semua bangsa Arab ikut campur tangan. Engkau tidak pernah melihat seorang pun dari Bani bapaknya yang pernah berbuat macam2 seperti yang engkau perbuat saat ini
Rasul:  diam
            ***
Rasul: (1) Segala puji bagi Allah & aku memuji-Nya, memohon pertolongan, percaya & tawakal kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. (2) Sesungguhnya seorang pemandu itu tidak akan mendustakan keluarganya. Demi Allah yang tiada Ilah selain Dia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian secara khusus dan kepada manusia secara umum. Demi Allah kalian benar2 akan mati layaknya sedang tidur nyenyak & akan dibangkitkan lagi layaknya bangun tidur. Kalian akan benar2 dihisab terhadap apapun yang kalian perbuat, lalu disana ada surga yang abadi & neraka yang abadi pula.
Abu Thalib: Kami tidak suka menolongmu, menjadi penasihatmu & membenarkan perkataanmu. Orang2 yang menjadi Bani bapakmu ini sudah bersepakat. AKu hanyalah segelintir orang diantara mereka. Namun akulah orang yang pertama kali mendukung apa yang engkau sukai. Maka lanjutkanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Demi Allah, aku senantiasa akan menjaga & melindungimu. Namun aku tidak mempunyai pilihan lain untuk meninggalkan agama Bani Abdul Muthalib.
Abu Lahab: Demi Allah, ini adalah kabar buruk. Ambillah tindakan terhadap dirinya sebelum orang lain yang melakukannya
Abu Thalib: Demi Allah kami tetap akan melindunginya selagi kami masih hidup
Di Atas Bukit Shafa
Nabi SAW berseru diatas Shafa “ Wahai semua orang!” à semua suku Quraisy berkumpul. Beliau mengajak mereka kepada tauhid & iman kepada risalah beliau, serta iman kepada hari akhirat.
Riwayat Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas. Tatkala turun ayat (QS.26: 214) Nabi berseru “Wahai Bani Fihr, wahai Bani Ady…” dilanjutkan dengan:
Rasul: Apa pendapat kalian jika kukabarkan bahwa di lembah ini ada sepasukan kuda yang mengepung kalian, apakah kalian percaya padaku?
Mereka: Benar, kami tidak pernah mempunyai pengalaman bersama engkau kecuali kejujuran
Rasul: Sesungguhnya aku member peringatan kepada kalian sebelum datangnya azab yang pedih
Abu Lahab: Celakalah engkau untuk selama-lamanya. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?  à turun ayat “Celakalah kedua tangan Abu Lahab”
Sedangkan riwayat Muslim, dari Abu Hurairah r.a. Rasul menyeru secara umum & khusus “Wahai semua orang Quraisy selamatkanlah diri kalian dari api neraka (Bani Ka’b, Fatimah binti Muhammad). Demi Allah, sesungguhnya aku tidak bias berbuat apapun terhadap diri kalian dihadapan Allah, kecuali jika kalian mempunyai kerabat dekat, sehingga aku bias membasahinya menurut kebasahannya” (Tujuan penyampaian dakwah).
Menyampaikan Kebenaran secara Terang-terangan & Menentang Tindakan Orang-orang Musyrik
Seruan Nabi terus bergema di seantero Makkah, turun ayat QS.Al-Hijr (15): 94
·         Menyerang berbagai khurafat & kebohongan syirik
·         Menyebutkan kedudukan berhala & hakikatnya yang sama sekali tidak memiliki nilai
·         Makkah berpijar dengan api kemarahan
“Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus-menerus” (Al-Qiyamah: 5)
Quraisy Mengirim Utusan kepada Abu Thalib
Mereka meminta Abu Thalib untuk menghentikan segala apapun yang dilakukan anak saudaranya, dengan memakai selubung nenek moyang “Adanya ajakan untuk meninggalkan sesembahan mereka & pernyataan bahwa sesembahan itu tidak bias member manfaat & tidak mampu berbuat apa2, merupakan cemoohan yang telak & penghinaan yang sangat keras, sekaligus merupakan pembodohan & penyesatan terhadap nenek moyang mereka, yang sejak dahulu mereka sudah berada pada agama ini”
Menurut Ibnu Ishaq, mereka berkata “Wahai Abu Thalib, sesungguhnya anak saudaramu telah mencaci maki sesembahan kami, mencela agama kami, membodohkan harapan2 kami & menyesatkan nenek moyang kami. Engkau boleh mencegahnya agar tidak mengganggu kami, atau biarkan antara dia & kami, toh engkau juga seperti kami untuk menentangnya, sehingga kita bias mencegahnya” àsecara halus & lembut ditolak Abu Thalib
Membuat Kesepakatan Bersama Melarang Orang-orang yang Menunaikan Haji untuk Mendengarkan Dakwah
Menjelang musim Haji, orang2 Quraisy berkumpul di tempat Al-Walid bin Al-Mughirah
Al-Walid: Ambil satu kesimpulan tentang masalah ini, & jangan sampai kalian berbeda pendapat (saling mendustakan & menyanggah)
Quraisy: Pendapatmu sendiri bagaimana?
Al-Walid: Sampaikan dulu pendapat kalian, biar aku mendengarnya
Quraisy: Kita katakan saja bahwa dia adl seorang dukun
Al-Walid: Tidak demi Allah, dia bukanlah seorang dukun. Toh kita pernah melihat para dukun. Dia sama sekali tidak menggumamkan sajak & mantera seperti dukun
Quraisy: Kita katakan saja, dia orang sinting
Al-Walid: Dia bukan orang sinting. Toh kita sudah melihat orang2 yang sinting & mengetahuinya. Dia tidak menangis tersedu-sedu, tidak bertindak sekenanya & tidak berbisik-bisik layaknya orang sinting
Quraisy: Kita katakan saja, dia seorang penyair
Al-Walid: Dia bukan seorang penyair. Kita sudah mengetahui seluruh bentuk syair (rajaz, hazaj, qaridh, maqbudh,mabsuth). Apa yang disampaikannya itu bukan termasuk syair
Quraisy: Kita katakan saja, dia seorang penyihir
Al-Walid: Dia bukan seorang penyihir, Kita sudah melihat para penyihir & mengetahui sihir mereka. Dia tidak berkomat-kamit & tidak membuat buhul layaknya penyihir
Quraisy: Kalau begitu, apa yang harus kita katakan?
Al-Walid: Demi Allah, perkataannya benar2 manis, pangkalnya benar2 cerdik & cabangnya benar2 matang. Tidaklah kalian mengucapkan sedikit saja dari perkataan tersebut melainkan dia mengetahui bahwa itu bukanlah hal yang bathil. Namun sebutan yang paling mirip untuk dia, hendaklah kalian mengatakannya sebagai penyihir. Dia dating membawa suatu perkataan menyerupai sihir, yang bisa memisahkan seseorang dengan (bapaknya, saudaranya, istrinya, & kerabat dekatnya) sehingga kalian berpecah belah karenanya. à turun ayat QS. Al-Muddatstsir (74): 18-25
·         Mereka duduk di pinggir2 jalan à mendapat peringatan tentang diri Muhammad & menyebutkan keadaannya à Pelopor: Abu Lahab
·         Musim haji, Rasul mendatangi pasar Ukazh, Majannah & Dzil-Majaz à menyeru Allah à Abu Lahab menguntit dibelakang “Janganlah kalian mematuhinya, karena dia orang yang keluar dari agama & seorang pendusta”
Beberapa Cara untuk Menghadang Dakwah
Rasul sama sekali tidak menghentikan dakwahnya. Mereka memilih beberapa cara untuk membenamkan dakwah ini:
1.      Ejekan, penghinaan, olok2 & penertawaan à melecehkan & menggembosi mental orang2 Muslim. QS Al-Hijr  (15): 6 , QS Al-Qalam (68): 51à gila, QS Shad (38): 4 à penyihir yang banyak berdusta. QS Al-Muthaffifin (83): 29-33
2.      Menjelek-jelekkan, membangkitkan keragu-raguan, menyebarkan anggapan2 yang menyangsikan ajaran2  & diri beliau. QS Al-Furqan (25): 4-5, 7
3.      Melawan Al-Qur’an dengan dongeng orang2 terdahulu & menyibukkan manusia dengan dongeng2 agar mereka meninggalkan Al-Qur’an.
An-Nadhr bin Al-Harits (penyihir-dukun-penyair-sinting) pergi ke Hirah (kisah raja Persi, Rustum, Asfandiyar) à menguntit dibelakang Nabi “Demi Allah, penuturan Muhammad tidak sebagus apa yang kututurkan”, “Dengan modal apa penuturan Muhammad bisa lebih baik daripada penuturanku?”. Menurut Ibnu Abbas à an-Nadhr membeli beberapa penyanyi perempuan. Sehingga turun QS Luqman (31): 6
4.      Menyodorkan beberapa bentuk penawaran, sehingga dengan penawaran itu bisa mempertemukan Islam & Jahiliah di tengah jalan. QS Al-Qalam (68): 9
Berbagai Macam Tekanan
·         Pembentukan panitia khusus yang beranggotakan 25 orang para pemuka Quraisy, dipimpin oleh Abu Lahab
·         Rasul adl orang yang cerdik, pemberani, tegar & memiliki kepribadian yang kuat. Serta mendapat perlindungan dari Abu Thalib
·         Sebelumnya Abu Lahab telah menikahkan kedua anaknya (Utbah & Utaibah) dengan kedua putri Rasul (Ruqayyah & Ummu Kultsum) à diceraikan saat Nabi diutus sbg Rasul
·         Istri Abu Lahab, Ummu Jamil binti Harb bin Umayyah (pembawa kayu bakar) à wanita yang sok berkuasa, panjang lidah, banyak bualan & tipu muslihatnya, suka mengobarkan api fitnah & menyalakan bara peperangan untuk melawan Nabi
·         Riwayat Abu Bakar Al-Bazar: Allah menutupi pandangannya (istri Abu Lahab)
·         Riwayat Ibnu Ishaq, yang biasa menyakiti Rasul say berada dirumah: Abu Lahab, Al-Hakam bin Abul-Ash bin Umayyah (masuk Islam), Ady bin Hamra’ Ats-Tsaqafy, Ibnul-Ashda’ Al-Hudzaly, Uqbah bin Abu Mu’ith (Riwayat Al-Bukhari, dari Abdullah bin Mas’ud; mengganggu saat Rasul shalat di Ka’bahà “Ya Allah, hukumlah orang2 Quraisy ini” Rasul mengucapkan 3x à Abu Jahal, Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Al-Walid bin Utbah, Umayyah bin Khalaf (suka mengumpat & mencela Rasul; turun QS Al-Humazah) & Uqbah bin Abu Mu’ith menjadi korban di dalam sumur saat perang Badar
·         Turun Qs Al-Qiyamah (75): 31-35 berkenaan dengan sikap Abu Jahal yang tidak beriman & tunduk, tidak mau mengambil pelajaran & tidak takut, mengganggu dengan kata2, menghalangi orang dari jalan Allah.
·         Contoh sahabat2 Nabi yang mendapatkan penyiksaan:
Paman Utsman bin Affan- diselubungi tikar
Mush’ab bin Umair- tidak diberi makan & diusir oleh ibunya
Bilal, budak Umayyah bin Khalaf- leher membilur krn tali, batu besar diletakkan di dada
Ammar bin Yasir (batu panas diletakkan di dada & dibenamkan dalam pasirà An-Nahl (16): 106, budak Bani Makhzum beserta ibu (Sumayyah- wanita pertama yang mati syahid- ditikam tombak oleh Abu Jahal) & bapaknya (Yasir- diseret ke tengah padang pasir yang panas membara)
Darul Arqam
·         Tahun ke-4 nubuwah terjadi penyerangan terhadap kaum Muslimin saat sholat, sehingga Sa’ad bin abi Waqqash bisa menikam salah seorang kafir hingga darahnya tertumpah (korban pertama dalam islam)
·         Menyembunyikan ke-Islaman, Ibadan, dakwah & pertemuannya. Mengadakan pertemuan secara sembunyi2 demi kemaslahatan diri & kepentingan Islam di tenpat tinggal Arqam bin Abil-Arqam Al-Makhzumy (bukit Shafa) à menjadi markas & tempat pertemuan sejak tahun ke-5 nubuwah
Hijrah ke Habasyah yang Pertama
·         Turun surat Al-Kahfi (18) yang didalamnya terkandung isyarat mengenai kisah: Ashhabul Kahfi (QS Al-Kahfi: 16), Khidhr & Musa, Dzil-Qarnain
·         Turun QS Az-Zumar (39): 10 à mengisyaratkan hijrah & bumi tidaklah sempit
·         Rajab tahun ke-5 dari nubuwah: hijrah pertama kali ke Habasyah (raja An-Najasyi; adil) terdiri dari 12 org laki-laki & 4 org wanita
·         Syawal tahun ke-5 dari nubuwah: hijrah untuk kedua kalinya ke Habasyah terdiri dari 83 org laki-laki & 18-19 org wanita
Tipu Muslihat Quraisy dalam Menghadapi Orang-orang Muslim yang Hijrah ke Habasyah
·         Orang2 Muhajirin memperoleh tempat yang aman bagi diri & agamanya di Habasyah. Sehingga Quraisy mengutus Amr bin Al-Ash & Abdullah bin Abu Rabi’ah untuk berdialog dengan raja Najasyi agar menyerahkan orang2 Muhajirin, mereka memberikan berbagai macam hadiah untuk para uskup & raja dengan harapan permintaan mereka dapat diterima
·         Ja’far bin Abu Thalib menjadi juru bicara orang2 Muslim
Quraisy Mengancam Abu Thalib
·         Rasul kepada Abu Thalib “Wahai pamanku, demi Allah, andaikan mereka meletakkan maahari ditangan kananku & bulan ditangan kiriku, agar aku  meninggalkan agama ini, hingga Allah memenangkannya atau aku ikut binasa karenanya, maka aku tidak akan meninggalkannya”
·         Syair Abu Thalib “Demi Allah, mereka semua tidak akan bisa menjamah. Hingga aku terbujur kaku didalam tanah. Tampakkanlah urusanmu & jangan kurangi. Pilihlah yang engkau suka & senangi”
Quraisy Mendatangi Abu Thalib Lagi
·         Pertengahan tahun ke-6 dari nubuwah, orang2 Quraisy mendatangi Abu Thalib dengan membawa Ammarah bin Al-Walid bin Al-Mughirah untuk ditukarkan dengan Nabi SAW
Ide untuk Menghabisi Nabi
·         Utbah bin Abu Lahab à merobek baju & meludah ke muka Nabi (tidak mengenai sasaran) à Rasul “Ya Allah, buatlah dia dilahap seekor anjing dair ciptaan-Mu”
·         Abu Jahal à akan menimpukan batu ke atas kepala nabi saat sujud à tiba2 Abu Jahal melihat onta yang hendak mencaploknya (Jibril) à mendorong Hamzah r.a masuk Islam
Hamzah bin Abdul Muthalib Masuk Islam
·         Masuk Islam di akhir tahun ke-6 dari nubuwah (Dzul-hijjah)
Umar bin Al-Khattab Masuk Islam
·         Masuk Islam di akhir tahun ke-6 dari nubuwah (Dzul-hijjah), 3 hari setelah Hamzah bin Abdul Muththalib
·         Rasul “Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan salah satu dari 2 orang yang paling Engkau cintai, dengan Umar bin Al-Khattab atau dengan Abu Jahal bin Hisyam”
·         Karakter Umar: orang yang menjaga kehormatan dirinya & memiliki watak yang temperamental
·         Suatu malam di Baitul Haram, Rasul shalat & membaca QS Al-Haqqah (69): 40-41 & sampai selesai
Duta Quraisy Tercenung di Hadapan Rasul
·         Riwayat Ibnu Ishaq, diberitahu Yazid bin Ziyad dair Muhammad bin Ka’b Al-Qurazhy. Utbah bin Rabi’ah (perwakilan dari Quraisy) menemui Rasul dan memberikan tawaran (harta, kedudukan, kerajaan, penyakit) agar menghentikan aktifitas dakwahnya
·         Rasul membacakan QS Fushsilat (41): 1-5
Abu Thalib Mengumpulkan Bani Hasyim & Bani Abdul Muththalib
·         QS Az-Zukhruf (43): 79
·         Keluarga dari Bani Hasyim, Bani Al-Muththalib & Abdi Manaf menyanggupi untuk melindungi anak saudaranya, yang kafir maupun yang Muslim sebagai langkah untuk menjaga kekerabatan. Kecuali Abu Lahab